WHO: Hantavirus di Kapal Pesiar Diperkirakan Tak Picu Epidemi Besar
WHO memastikan kasus hantavirus di kapal pesiar tidak berpotensi menjadi epidemi besar. Risiko penyebaran dinilai rendah karena virus ini tidak mudah menular antar manusia.
Memuat...
Sebanyak 15 penambang emas di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan meninggal dunia akibat tanah longsor, sementara 25 orang lainnya masih tertimbun. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan pertambangan emas di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti.
Sebanyak 15 penambang emas di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan meninggal dunia akibat tanah longsor, sementara 25 orang lainnya masih tertimbun. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan pertambangan emas di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti.
Irwan Efendi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, menyampaikan bahwa hingga saat ini, tim penyelamat telah mengevakuasi 11 jenazah dari total korban meninggal. Sementara itu, empat jenazah lainnya masih tertimbun di lokasi longsor, dengan tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Menurut informasi yang didapatkan dari tim penyelamat di lapangan, akses menuju lokasi longsor sangat sulit ditempuh. Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar empat jam, membuat proses evakuasi semakin menantang.
Jambi Kini adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang wilayah Jambi dan nasional. Sebagai bagian dari PT HADIKA, Jambi Kini berfokus pada penyampaian berita yang akurat dan terpercaya. Dengan cakupan mulai dari politik hingga gaya hidup, Jambi Kini menjadi sumber informasi penting bagi pembaca yang ingin tetap update dengan perkembangan terbaru.
WHO memastikan kasus hantavirus di kapal pesiar tidak berpotensi menjadi epidemi besar. Risiko penyebaran dinilai rendah karena virus ini tidak mudah menular antar manusia.
Kasus meninggalnya dokter magang di Jambi menjadi perhatian nasional setelah Kementerian Kesehatan mengungkap dugaan adanya oknum dokter yang terlalu mengandalkan peserta internship dalam pelayanan medis. Peristiwa ini memicu evaluasi terhadap sistem pengawasan dan beban kerja dokter muda di rumah sakit.
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.