WHO: Hantavirus di Kapal Pesiar Diperkirakan Tak Picu Epidemi Besar
WHO memastikan kasus hantavirus di kapal pesiar tidak berpotensi menjadi epidemi besar. Risiko penyebaran dinilai rendah karena virus ini tidak mudah menular antar manusia.
Memuat...
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengumumkan bahwa mulai tahun 2026, jalur prestasi dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tidak lagi menggunakan nilai rapor sebagai dasar seleksi. Sebagai gantinya, seleksi akan dilakukan berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Jakarta, 12 April 2025 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengumumkan bahwa mulai tahun 2026, jalur prestasi dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tidak lagi menggunakan nilai rapor sebagai dasar seleksi. Sebagai gantinya, seleksi akan dilakukan berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa SNPMB 2025 akan menjadi tahun terakhir yang menggunakan nilai rapor sebagai dasar seleksi akademik. Mulai tahun depan, jalur prestasi akan menggunakan TKA, yang tidak menjadi penentu kelulusan, tetapi menjadi bahan pertimbangan untuk jenjang berikutnya .
TKA pertama kali akan dilaksanakan pada November 2025 khusus untuk siswa kelas 12. Hasil dari tes tersebut akan digunakan untuk SNPMB 2026 jalur prestasi akademik. Selain itu, pemerintah juga membuka jalur prestasi non-akademik, seperti olahraga, seni, serta kepemimpinan bagi siswa yang pernah menjadi Ketua OSIS atau pemimpin organisasi .
Keputusan ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warganet menilai perubahan ini lebih adil dan transparan. Mereka berpendapat bahwa kebijakan ini dapat mencegah manipulasi nilai rapor dan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi semua siswa.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap seleksi masuk perguruan tinggi menjadi lebih objektif dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi siswa berprestasi di berbagai bidang.
Jambi Kini adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang wilayah Jambi dan nasional. Sebagai bagian dari PT HADIKA, Jambi Kini berfokus pada penyampaian berita yang akurat dan terpercaya. Dengan cakupan mulai dari politik hingga gaya hidup, Jambi Kini menjadi sumber informasi penting bagi pembaca yang ingin tetap update dengan perkembangan terbaru.
WHO memastikan kasus hantavirus di kapal pesiar tidak berpotensi menjadi epidemi besar. Risiko penyebaran dinilai rendah karena virus ini tidak mudah menular antar manusia.
Kasus meninggalnya dokter magang di Jambi menjadi perhatian nasional setelah Kementerian Kesehatan mengungkap dugaan adanya oknum dokter yang terlalu mengandalkan peserta internship dalam pelayanan medis. Peristiwa ini memicu evaluasi terhadap sistem pengawasan dan beban kerja dokter muda di rumah sakit.
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.