WHO: Hantavirus di Kapal Pesiar Diperkirakan Tak Picu Epidemi Besar
WHO memastikan kasus hantavirus di kapal pesiar tidak berpotensi menjadi epidemi besar. Risiko penyebaran dinilai rendah karena virus ini tidak mudah menular antar manusia.
Memuat...
Aksi unjuk rasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung ricuh dan menyebabkan tragedi. Massa yang tidak terkendali membakar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025.
Makassar – Aksi unjuk rasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung ricuh dan menyebabkan tragedi. Massa yang tidak terkendali membakar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025.
Kebakaran hebat melahap sebagian besar bangunan gedung tersebut. Berdasarkan laporan awal, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan sedikitnya lima orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Petugas pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Namun, proses pemadaman sempat terkendala karena massa masih memadati area sekitar gedung. Situasi baru bisa dikendalikan setelah aparat keamanan mengevakuasi warga dan menghalau kerumunan.
Kapolda Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran, termasuk apakah api berasal dari aksi pembakaran disengaja atau akibat bentrokan di sekitar lokasi.
“Korban sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Kami masih mengumpulkan data dan melakukan identifikasi terhadap para korban jiwa maupun luka,” ujar Kapolda dalam keterangan pers.
Peristiwa ini menambah eskalasi ketegangan yang dalam beberapa hari terakhir melanda sejumlah daerah di Indonesia. Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi aksi anarkis hingga menimbulkan kerusakan fasilitas publik dan korban jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah masih berkoordinasi untuk memulihkan kondisi keamanan dan memastikan layanan publik tetap berjalan.
Jambi Kini adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang wilayah Jambi dan nasional. Sebagai bagian dari PT HADIKA, Jambi Kini berfokus pada penyampaian berita yang akurat dan terpercaya. Dengan cakupan mulai dari politik hingga gaya hidup, Jambi Kini menjadi sumber informasi penting bagi pembaca yang ingin tetap update dengan perkembangan terbaru.
WHO memastikan kasus hantavirus di kapal pesiar tidak berpotensi menjadi epidemi besar. Risiko penyebaran dinilai rendah karena virus ini tidak mudah menular antar manusia.
Kasus meninggalnya dokter magang di Jambi menjadi perhatian nasional setelah Kementerian Kesehatan mengungkap dugaan adanya oknum dokter yang terlalu mengandalkan peserta internship dalam pelayanan medis. Peristiwa ini memicu evaluasi terhadap sistem pengawasan dan beban kerja dokter muda di rumah sakit.
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.