Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.
Memuat...
Dunia hiburan tanah air kembali berduka. Penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa, tutup usia pada Kamis sore, 10 April 2025, pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Beliau menghembuskan napas terakhir di usia 87 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat pecah pembuluh darah di otak bagian kiri.
Jakarta, 11 April 2025 – Dunia hiburan tanah air kembali berduka. Penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa, tutup usia pada Kamis sore, 10 April 2025, pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Beliau menghembuskan napas terakhir di usia 87 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat pecah pembuluh darah di otak bagian kiri.
Kondisi kesehatan Titiek Puspa dikabarkan menurun sejak 26 Maret 2025. Saat itu, ia sempat pingsan ketika sedang menjalani syuting program televisi “Lapor Pak!” di studio Trans7. Ia segera dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan mengalami perdarahan otak yang memerlukan tindakan medis serius.
Titiek Puspa, yang memiliki nama lahir Sudarwati, lahir pada 1 November 1937 di Tanjung, Kalimantan Selatan. Ia dikenal sebagai salah satu ikon seni Indonesia, bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga penulis lagu, aktris, dan tokoh budaya. Nama panggung “Titiek Puspa” sendiri diberikan oleh Presiden Soekarno, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan bakatnya dalam dunia hiburan.
Selama lebih dari enam dekade berkarier, Titiek Puspa telah melahirkan banyak karya abadi, seperti lagu “Kupu-Kupu Malam”, “Bing”, dan “Marilah Kemari”. Beberapa karyanya bahkan masuk dalam daftar 150 lagu terbaik Indonesia versi Rolling Stone Indonesia. Atas kontribusinya, ia menerima berbagai penghargaan, termasuk penghargaan khusus dari ASIRI pada 2017 untuk dedikasi seumur hidupnya di industri musik tanah air.
Jenazah almarhumah disalatkan dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Jumat pagi. Sejumlah tokoh penting dan selebritas hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kepergian Titiek Puspa meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia, terutama para pecinta seni dan musik. Meski telah tiada, karya-karya dan jejak perjuangannya akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.
Selamat jalan, Ibu Titiek Puspa. Terima kasih atas semua karya indah yang telah engkau wariskan untuk bangsa ini.
Jambi Kini adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang wilayah Jambi dan nasional. Sebagai bagian dari PT HADIKA, Jambi Kini berfokus pada penyampaian berita yang akurat dan terpercaya. Dengan cakupan mulai dari politik hingga gaya hidup, Jambi Kini menjadi sumber informasi penting bagi pembaca yang ingin tetap update dengan perkembangan terbaru.
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.
Sejumlah warga di Jember dan Bondowoso melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada 19 Maret 2026. Perbedaan ini terjadi karena penggunaan metode hisab tradisional berbasis kitab klasik oleh sebagian kalangan pesantren, yang tidak sama dengan penetapan pemerintah. Meski berbeda, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung aman dan kondusif dengan pengamanan aparat gabungan.
Penetapan Idul Fitri 2026 di Indonesia berpotensi berbeda. Muhammadiyah telah menetapkan Lebaran pada 20 Maret 2026, sementara pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal.