WHO: Hantavirus di Kapal Pesiar Diperkirakan Tak Picu Epidemi Besar
WHO memastikan kasus hantavirus di kapal pesiar tidak berpotensi menjadi epidemi besar. Risiko penyebaran dinilai rendah karena virus ini tidak mudah menular antar manusia.
Memuat...
Sejumlah warga di Jember dan Bondowoso melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada 19 Maret 2026. Perbedaan ini terjadi karena penggunaan metode hisab tradisional berbasis kitab klasik oleh sebagian kalangan pesantren, yang tidak sama dengan penetapan pemerintah. Meski berbeda, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung aman dan kondusif dengan pengamanan aparat gabungan.
JAMBIKINI.ID – Sejumlah warga di wilayah Jember dan Bondowoso, Jawa Timur, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis, 19 Maret 2026. Pelaksanaan tersebut berbeda dengan penetapan resmi pemerintah terkait 1 Syawal.
Perbedaan ini didasarkan pada metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan oleh sebagian kalangan pesantren. Mereka mengacu pada perhitungan hisab tradisional yang merujuk pada kitab Nazahatul Majalis, yang telah digunakan secara turun-temurun.
Salah satu pelaksanaan Salat Idulfitri lebih awal berlangsung di Desa Suger Kidul, Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut digelar oleh jamaah di lingkungan pondok pesantren setempat dan diikuti masyarakat sekitar dengan khusyuk.
Fenomena perbedaan waktu ibadah ini sebelumnya juga terjadi pada awal Ramadan 1447 Hijriah. Sejumlah jamaah di wilayah yang sama diketahui telah memulai ibadah puasa lebih awal dibandingkan ketetapan pemerintah. Penentuan tersebut menggunakan metode perhitungan yang dikenal sebagai “khumasi”, yakni sistem penanggalan berbasis perhitungan hari dari tahun sebelumnya.
Pemerintah sendiri menetapkan awal Ramadan dan Idulfitri melalui sidang isbat yang mengombinasikan metode hisab dan rukyat (pengamatan hilal) secara nasional.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja turut melakukan pengamanan selama pelaksanaan Salat Id berlangsung.
Perbedaan dalam penentuan waktu hari besar keagamaan seperti Idulfitri merupakan hal yang kerap terjadi di Indonesia. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga toleransi dan saling menghormati dalam menyikapi perbedaan tersebut.
Jambi Kini adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang wilayah Jambi dan nasional. Sebagai bagian dari PT HADIKA, Jambi Kini berfokus pada penyampaian berita yang akurat dan terpercaya. Dengan cakupan mulai dari politik hingga gaya hidup, Jambi Kini menjadi sumber informasi penting bagi pembaca yang ingin tetap update dengan perkembangan terbaru.
WHO memastikan kasus hantavirus di kapal pesiar tidak berpotensi menjadi epidemi besar. Risiko penyebaran dinilai rendah karena virus ini tidak mudah menular antar manusia.
Kasus meninggalnya dokter magang di Jambi menjadi perhatian nasional setelah Kementerian Kesehatan mengungkap dugaan adanya oknum dokter yang terlalu mengandalkan peserta internship dalam pelayanan medis. Peristiwa ini memicu evaluasi terhadap sistem pengawasan dan beban kerja dokter muda di rumah sakit.
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.