Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.
Memuat...
Banjir akibat hujan deras melanda Kabupaten Balangan dan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Ribuan warga terdampak, pemerintah menetapkan status siaga dan menyalurkan bantuan darurat.
Balangan, Kalimantan Selatan — Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan akibat curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Salah satu daerah yang terdampak cukup parah adalah Kabupaten Balangan, dengan ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai atap rumah warga.
Banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak Jumat malam, menyebabkan debit air sungai meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga. Sejumlah desa di Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong terendam, mengakibatkan aktivitas masyarakat lumpuh dan akses jalan terputus.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 1.600 kepala keluarga terdampak banjir. Ratusan rumah warga terendam, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko keselamatan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan status siaga banjir dan mengerahkan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan untuk melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan logistik. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, selimut, serta layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Selain Balangan, potensi banjir juga diwaspadai di beberapa kabupaten lain di Kalimantan Selatan yang berada di sepanjang daerah aliran sungai. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pemantauan dan pendataan dampak banjir, sembari menunggu kondisi cuaca membaik dan air berangsur surut.
Jambi Kini adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang wilayah Jambi dan nasional. Sebagai bagian dari PT HADIKA, Jambi Kini berfokus pada penyampaian berita yang akurat dan terpercaya. Dengan cakupan mulai dari politik hingga gaya hidup, Jambi Kini menjadi sumber informasi penting bagi pembaca yang ingin tetap update dengan perkembangan terbaru.
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat 19 Maret. Keputusan diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal dan hisab.
Sejumlah warga di Jember dan Bondowoso melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada 19 Maret 2026. Perbedaan ini terjadi karena penggunaan metode hisab tradisional berbasis kitab klasik oleh sebagian kalangan pesantren, yang tidak sama dengan penetapan pemerintah. Meski berbeda, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung aman dan kondusif dengan pengamanan aparat gabungan.
Penetapan Idul Fitri 2026 di Indonesia berpotensi berbeda. Muhammadiyah telah menetapkan Lebaran pada 20 Maret 2026, sementara pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal.